Wednesday, January 31, 2007

Joyride Pt.1 Morning coffee in hesitation


morning coffee as usual. hari ini minggu 20/01/2007 dimana gw terdampar di rumah temen karena pertama: tiba di bdg dah malem banget, n kedua: orang2 rumah lagi pada diluar kota. ya udah deh. numpang idup untuk sehari diturangga.

gw terbangun jam 9an pagi, setelah melaksanakan subrang alias subuh kabeurangan jam6 yang kemudian diikuti kegiatan sambungan, bobo lagi...

udara diluar terasa dingin banget untuk sigw yg udah accustomized dengan udara jakarta. cahaya pagi yang terlihat mendung menyelinap dari sela-sela gorden jendela. biasan sinar menari-nari diterpa kepulan asap rokok.

puffff...another ring of smoke came out of lungs.

suddenly this yearning feeling bursted in, again. i miss her, badly. terakhir ketemu dua minggu kebelakang dan percakapan via telpon ato sms sama sekali didnot cure me enough. i took a deep breath and tried rebalance myself. maybe a cup of coffee do fine. yep, didapur ketemu ibunya temen dan sambil ngobrol sigw bikin kupi.

well, menikmati pagi diberanda rumah dengan secangkir kopi dan kepulan rokok adalah ide yang sangat brillian. einstein pun musti setuju dengan hipotesis gw. mari kita buktikan...

sambil berjalan ke beranda gw liat temen2 gw masi pada pules dialam mimpi. ah, memang hari libur. musti dinikmati sebagaimana harusnya. dan dinginnya udara pagi langsung menerpa badan gw. waks..gile bow, ni udah jam 9 masi kayak gini.
ah, hell..kopi tersimpan rapi disamping kursi dan kaki selonjoran. posisi juragan perkebunan teh sedang menikmati alam perbukitan....

ingatan gw kembali ke chit-chat di telpon dan sms. shit..couldnt get it out of this mind. apakah hari ini dia akan mengontak gw? apakah hari ini akan berlalu tanpa pertemuan? apakah..apakah..apakah.. ah, pening ni kepala. kepulan asap susulan... puffff.....

einstein said : good, get more coffee and another cloudy morning. maybe we can solve this hypotetical mass equation in round.