Budget is tight, terpaksa puter otak milih-milih bengkel yang ongkosnya murah dan ga jauh dari rumah supaya bisa sering dipantau.
Akhirnya pilihan ke bengkel cat, bodi dan mesin bernama Nabila. Sekitar 2km dari rumah terletak di pondok jagung. Latknya tidak terlalu bagus karena di pinggir jalan tembus ke Graha raya bintaro yang rame dan berdebu. Hadeeeeuh...
Tapi biarlah, konsekuensi dari pameo 'ono rego ono rupa' sah diterapkan. Supaya maksimal, nantinya kudu sering dikontrol.
Komponen interior dicopot dan disimpan semua dirumah, kecuali jok sopir.
Ya iyalah, mosok musti pake dingklik buat bangkunya? Bisa kejengkang gw
Day 1 - Stripping all junkies :D
Tuh, gw kumpulin semua di kamar belakang, interior minimalis.
Cuma dikit komponennya, ini mobil murah versi jaman 90an
Day 2 - Insception dan goto Paintshop
Bodi dalam sudah ditelanjangi, saatnya close inspection.
Ternyata karat sudah banyak muncul di titik-titik rawan. Reat turret dudukan sok, dudukan subframe, pilar A, ujung-ujung bodi dan fender kiri yang dislocated.
*Sigh...
Oke, setelah dipoto kondisi tempat-tempat yang sakit parah, langkah berikutnya bongkar AC.
Niatnya mo dibersihin dan memang kotor bangets...
Casing sengaja ga dipasangin tapi AC diotak-atik supaya bisa tetap idup walopun casingnya dibuka.
Panas meeen, walopun cuma 2km ke tempat bengkelnya.. musti diantisisapi. Berbekal seutas kawat buat jumper pada konektor switch AC dan suhu kabin menjadi dingin.
Tinggal pasang rollbar neh :D
Let's see, estimasi prosesnya 1 bulan.
Date execution 02/09/2013.
Update:
Finished at 05/10/2013
Damage cost: Rp 5.7mio
Material: Nautical blue metallic pentagloss, penta base coat n sikkens clearcoat.








